Semoga Kamu adalah buku yang tidak kutemukan di perpustakaan manapun.
Semoga Kamu adalah buku yang tidak kutemukan di perpustakaan manapun.
INI BUKAN TENTANG BUKU.
Ada satu perpustakaan yang paling sering aku kunjungi, bukan kerena perpustakaannya mewah atau desainnya yang menawan, tapi karena di dalam perpustakaan itu ada satu buku yang paling aku sukai, dan aku tidak menemukan buku itu di perpustakaan manapun, hanya ada satu, bahkan di perpustakaan tervaforitku itu juga buku itu hanya ada satu. Sekilas terbesit di pikiranku, kenapa buku se indah ini yang tidak ada fotocopynya di letakkan di rak depan yang semua tangan bisa mengambilnya dan membaca isinya. Apakah penjaga perpustakaan tidak takut jika buku ini hilang?.
Walaupun demikian aku tetap menyukai buku itu bahkan sebelum aku selesai membacanya, dari covernya saja sudah membuatku begitu terpesona. Cover nya memiliki nuansa islami yang sangat meneduhkan mata. Aku mulai sering membaca buku itu, hingga aku menyadari ternyata buku itu tidak sempurna, ada banyak sobekan di dalamnya, bahkan aku menemukan ada halaman yang sudah hilang, entah siapa yang menyobeknya?. Aku juga menyadari kalau buku itu sudah beberapa tangan yang menyentuhnya, sudah banyak orang yang meminjamnya bahkan membawa buku itu pulang ke rumahnya, dan dipertengahan bab ada lipatan, itu tandanya bahwa ada seseorang yang sudah membaca buku itu setengah dan diberi tanda agar tidak lupa.
Yah, sampai sekarang aku masih suka membaca buku itu, tapi aku tidak lagi se berharap dulu untuk memilikinya, bukan karena banyak yang sudah membacanya tapi karena aku tidak lagi bisa memahami isi bacaan dari buku itu, dan diakhir buku itu aku tidak menemukan kesimpulan karena halaman terkahirnya sudah dipenuhi dengan coretan. Sangat disayangkan ternyata buku seindah itu penuh dengan kekurangan yang kutemui setelah sampai di penghujung jalan. Covernya yang indah ternyata hanya ilusi yang penuh godaan, kata pengantar di awal hanya kata manis yang membuatku semakin penasaran. Kini kubiarkan buku itu tersusun rapi di raknya hanya sesekali ku lirik tanpa mendekati. Buku yang penuh abu karena tidak ada lagi yang mau membuka lembarannya. Dan sekarang aku sadar kenapa buku itu diletakkan di depan dan sengaja dimunculkan ke permukaan.
Anggap saja kata kata ini ditulis oleh seorang laki laki yang menyukai perempuan yang memiliki banyak koleksi mantan🔥🔥
Komentar
Posting Komentar