Aku tahu bahwa kamu akan membaca tulisanku ini, tulisan yang sengaja kutulis hanya untukmu, kuharap kamu mengerti maksudku. Aku menulis bukan sebagai pengakuan, melainkan sebagai jejak perasaan yang terlalu rapi untuk disebut rindu, terlalu tenang untuk disebut cinta, dan terlalu dalam untuk disebut sekadar kagum. Aku hanya ingin kau tahu satu hal bahwa ada seseorang yang mengagumimu dalam diam, tanpa suara, tanpa tuntutan, tanpa ingin memiliki, cukup dengan menyimpanmu sebagai doa di antara senja dan sepi. Aku bukan si pintar yang selalu jadi juara satu, bukan pula si rupawan yang bikin semua mata terpaku. Aku hanya seseorang yang mencoba setia pada Tuhanku, meski kadang hatiku ikut bergetar saat melihat senyummu. Tentang aku,? aku mudah baper pada perhatianmu, tapi aku juga mudah sadar kalau semua itu belum tentu untukku. Aku suka caramu menjaga tutur katamu, tapi aku lebih suka saat kau menjaga pandanganmu. Ada rasa yang tidak pernah diucapkan, bukan karena ti...
BANTU AKU MENJAWABNYA. Sholat adalah tiang agama, dan sholat satu_satunya Wahyu yang tidak hanya turun, tapi Allah memerintahkan nabi Muhammad untuk langsung menjemput Wahyu itu dalam isra, mi'raj, Pertanyaannya kenapa cara melaksanakan sholat itu tidak ada dijelaskan dalam Al Qur,an bahkan nabi Muhammad berkata, sholatlah kamu sebagaima kamu melihat aku sholat. Dan jika diperhatikan banyak gerakan sholat yang berbeda, misalnya posisi tangan ketika selesai takbir, ada yang tangannya di pusat, ada yang di atas dada, ada yang miring ke kanan. Aku melihat kejadian ini ketika masuk asrama di Baharuddin. Dan yah,, aku juga pernah dikomentari temanku karna membuka tangan kanan setelah salam. Aku melakukan itu karna guruku waktu MIN mengajarkan itu, kata guruku _membuka pintu surga-. Kata temanku, aku menambahi gerakan sholat, di buku tuntunan sholat saja itu tidak ada. Yahh,,, saat itu aku hanya diam, tanpa pembelaan. __Jawaban sementara__ Justru karna sholat itu...
Semoga Kamu adalah buku yang tidak kutemukan di perpustakaan manapun. INI BUKAN TENTANG BUKU. Ada satu perpustakaan yang paling sering aku kunjungi, bukan kerena perpustakaannya mewah atau desainnya yang menawan, tapi karena di dalam perpustakaan itu ada satu buku yang paling aku sukai, dan aku tidak menemukan buku itu di perpustakaan manapun, hanya ada satu, bahkan di perpustakaan tervaforitku itu juga buku itu hanya ada satu. Sekilas terbesit di pikiranku, kenapa buku se indah ini yang tidak ada fotocopynya di letakkan di rak depan yang semua tangan bisa mengambilnya dan membaca isinya. Apakah penjaga perpustakaan tidak takut jika buku ini hilang?. Walaupun demikian aku tetap menyukai buku itu bahkan sebelum aku selesai membacanya, dari covernya saja sudah membuatku begitu terpesona. Cover nya memiliki nuansa islami yang sangat meneduhkan mata. Aku mulai sering membaca buku itu, hingga aku menyadari ternyata buku itu tidak sempurna, ada banyak sobekan di dalamn...
Komentar
Posting Komentar